Webinar Pendidikan Seksual Bagi Orang Tua dan Guru untuk Remaja Berkebutuhan Khusus di SLB Magetan

Authors

  • Nudjedwi Raleg Tiwan Universitas Doktor Nugroho Magetan
  • Yahdilla Nur Aziza Universitas Doktor Nugroho Magetan

Keywords:

Sexual safety, adolescents with special needs, support system, Magetan, preventive education.

Abstract

Adolescents with special needs (Anak Berkebutuhan Khusus/ABK) face a higher risk of sexual violence due to communication barriers and limited understanding of reproductive health. This community service program aimed to strengthen the support system between schools and families in Magetan Regency through structured sexual safety education. The program employed a preventive approach involving training for teachers and parents, as well as direct mentoring for ABK adolescents focusing on bodily autonomy, personal boundaries, and self-protection strategies.

The main emphasis of this activity was the synchronization of educational methods between educators and families to manage the puberty phase of ABK adolescents in a calm, informed, and harmonious manner, thereby preventing impulsive behaviors and potential risks. The results demonstrated increased awareness among ABK adolescents in recognizing inappropriate behavior and confidently refusing unwanted physical contact. This improvement contributed to reducing vulnerability to sexual harassment within the East Java region.

Socially, the program fostered collective awareness within the Magetan community that adolescents with special needs are legal subjects with fundamental human rights, including bodily safety and access to appropriate reproductive health education. The program concludes that strong preventive collaboration between teachers and parents not only enhances family security but also promotes a more inclusive, respectful, and civilized social environment. Integrating sexual safety education with independence-oriented guidance proved effective in strengthening the dignity and self-worth of ABK adolescents in both public and professional settings.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aditya, R., & Permata, S. (2023). Strategi pendidikan seksual pada anak berkebutuhan khusus: Pendekatan komunikasi empatik. Jurnal Pendidikan Inklusi Indonesia, 7(1), 30–45.

Astuti, Y. I., & Fathoni, K. (2023). Pemanfaatan media pembelajaran interaktif berbasis teknologi untuk meningkatkan motivasi belajar siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 8(2), 112–120. https://doi.org/10.29408/jpdn.v8i2.7134

Bagus, M., & Santoso, D. (2022). Sosiokultural dan tantangan pendidikan inklusi di wilayah rural. Universitas Negeri Malang Press.

Barbour, M. K., & Brown, R. S. (2021). The digital divide and its impact on rural education: A study of inclusive practices. Journal of Online Learning Research, 7(3), 295–316.

Daryanto. (2018). Media pembelajaran inovatif: Teori dan praktik. Gava Media.

Dewi, R., & Hartanto, S. (2022). Peran orang tua dalam edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja disabilitas. Jurnal Pedagogi Khusus, 11(2), 55–70.

Fauzi, M. Z., & Sastra, P. P. (2020). Pengembangan media pembelajaran berbasis aplikasi edukasi untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran, 4(1), 45–56.

Firdaus, Y., & Haryanto, T. (2022). Kesiapan guru dalam integrasi teknologi pendidikan di era 4.0: Studi kasus di daerah 3T. Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi, 5(1), 1–12. https://doi.org/10.37032/jpti.v5i1.785

Fitriani, A. (2020). Pendidikan seksualitas bagi anak berkebutuhan khusus: Tantangan dan harapan. Jurnal Ilmiah Pendidikan Khusus, 6(2), 110–120.

Gunawan, I. (2021). Metode pengajaran guru SLB dalam menghadapi fase pubertas siswa. Jurnal Edukasi Luar Biasa, 9(1), 45–58.

Hidayat, R. (2021). Kompetensi guru dalam mengembangkan media pembelajaran digital di era Kurikulum Merdeka. Jurnal Pendidikan dan Teknologi Pembelajaran, 7(3), 201–210.

Hidayat, M., & Pratama, K. (2023). Pencegahan kekerasan seksual pada ABK melalui penguatan literasi orang tua. Rajawali Pers.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Pedoman implementasi Kurikulum Merdeka dan kebijakan Merdeka Belajar. Kemendikbudristek.

Kusuma, W. (2021). Identifikasi risiko kekerasan seksual pada remaja disabilitas intelektual. Jurnal Psikologi Klinis, 12(3), 200–215.

Lase, D., & Harefa, E. (2023). Analisis kebutuhan pelatihan berbasis TIK untuk peningkatan profesionalisme guru di sekolah inklusi. Jurnal Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran, 9(3), 120–135. https://doi.org/10.37032/jtpp.v9i3.990

Lestari, A. D., & Setiawan, R. (2020). Pelatihan pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis video bagi guru sekolah dasar. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 5(2), 101–108.

Maulana, R. (2022). Kurikulum adaptif: Integrasi pendidikan seksual di sekolah luar biasa. Unesa University Press.

Mulyadi, E. (2020). Etika dan norma dalam pendidikan seksual masyarakat Jawa Timur. Universitas Negeri Malang Press.

Novitasari, D., & Sumardi, A. (2021). Strategi penguatan kompetensi digital guru melalui workshop pembuatan media interaktif. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 2(2), 110–120. https://doi.org/10.52436/jpmi.v2i2.89

Prastowo, A. (2019). Panduan lengkap kompetensi digital guru dalam perspektif pendidikan inklusif. Ar-Ruzz Media.

Pratiwi, N., dkk. (2020). Analisis kebutuhan orang tua siswa SLB terhadap pendidikan seksual. Jurnal Konseling Keluarga, 4(1), 22–35.

Rahmadi, A. (2023). Analisis kebutuhan pelatihan teknologi pembelajaran digital bagi guru sekolah dasar Kabupaten Magetan. Jurnal Teknologi Pendidikan, 9(2), 150–165.

Rahmat, A., & Purnomo, B. (2021). Peran kompetensi digital guru sebagai pengembang konten pembelajaran di era 4.0. Jurnal Ilmu Pendidikan, 26(1), 23–34. https://doi.org/10.17977/um031v26i1p23-34

Sanjaya, W. (2019). Strategi pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan. Kencana.

Sari, D. K. (2020). Kesenjangan kompetensi digital guru antara wilayah perkotaan dan pedesaan: Tantangan implementasi Kurikulum 2013. Jurnal Pendidikan Kontemporer, 5(3), 221–230.

Supriatna, N., & Maulidina, N. (2022). Desain media pembelajaran berbasis teknologi untuk menunjang pembelajaran yang berpusat pada siswa. Jurnal Riset Pendidikan, 8(1), 33–45.

Tondeur, J., van Braak, J., Ertmer, P. A., & Ottenbreit-Leftwich, A. (2017). Understanding the relationship between teachers’ efficacy and technology implementation: A systematic review. Educational Technology Research and Development, 65(3), 555–578. https://doi.org/10.1007/s11423-016-9464-6

Utami, W. L., & Nugroho, A. (2021). Kendala guru dalam pengembangan media pembelajaran digital dan solusinya di era inklusi. Jurnal Pembelajaran dan Inovasi, 6(4), 310–320.

Wijaya, T., Gunawan, B., & Setiadi, E. (2019). Analisis kompetensi digital guru di era revolusi industri 4.0. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 25(4), 401–412. https://doi.org/10.24832/jpnk.v25i4.1293

Winarno, A. (2023). Metode webinar dalam transformasi pengetahuan masyarakat pekerja sektor riil. PT Remaja Rosdakarya.

Wulandari, S. (2020). Evaluasi program edukasi kesehatan di wilayah rural. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 8(3), 112–125.

Yulia, N. (2022). Efektivitas pendampingan orang tua dalam fase pubertas remaja ABK. Jurnal Psikologi Pendidikan Terapan, 6(4), 130–145.

Downloads

Published

2023-08-07

Issue

Section

Articles

How to Cite

Webinar Pendidikan Seksual Bagi Orang Tua dan Guru untuk Remaja Berkebutuhan Khusus di SLB Magetan. (2023). Eduscotech, 4(2). https://journal.udn.ac.id/index.php/eduscotech/article/view/486

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>