GREBEG SURO SEBAGAI AKTUALISASI DIRI MASYARAKAT PONOROGO (SEBUAH KAJIAN ETNOGRAFI DI PONOROGO)

  • Purwo Universitas Doktor Nugroho Magetan
Keywords: Grebeg Suro, The Self-Actualization Value, Ponorogo

Abstract

The focus of this research is on the activities of the Grebeg Suro performance as the self-actualization value of the Ponorgo community. This research includes non-experimental research using a qualitative approach.

Based on the results of the data research, several findings were found, namely: Finding 1: In the core activity of Grebeg Suro, ritual ceremonies were carried out with complete implementation procedures and ubarampen (Javanese) according to the provisions of standardized customary norms. Finding 2: In the Grebeg Suro Ritual ceremony the role of the community is very large, it can be seen that the community is directly involved with enthusiasm and sincerity for the success of the ceremony. Finding 3: The Grebeg Suro ritual ceremony is a regional culture that contains the values ​​of unity, togetherness and mutual cooperation, as well as a deep national character. Finding 4: The implementation of the Grebeg Suro traditional ritual has been packaged in such a way that the Islamic nuance of the ceremony remains strong, religious values ​​are visible at the level of belief and obedience as well as the sincerity of the community in carrying out the ritual in order to get blessings from the Almighty. Finding 5: The ritual ceremony in Grebeg Suro becomes a mystical experience so that it appears that the potential of the community is developed continuously to be able to exist and be able to show the identity of the Ponorogo community as an implementation of actualization values. Finding 6: The Grebeg Suro traditional ceremony has become a tradition of the Ponorogo community so that it is carried out in accordance with cultural norms that have been standardized and become the community's pattern.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdullah, Irwan dkk.2006.Budaya Barat Dalam Kacamata Timur Pengalaman dan Hasil Penelitian Antropologis di Sebuah Kota di Jerman.Yogjakarta: PustakaPelajar
Abdullah, T. (1986)._Durkheim dan Pengantar Sosiologi Moralitas Jakarta : Yayasan Obor.
Ahmadi. (1990). Psikologi Sosial. Jakarta: Rineka Cipta. Ahmadi. (1991).
Alfat. (1997). Aqidah Akhlak. Semarang: PT Karya Toha Putra.
Arimi, Sailal.S.S.,M.Hum. 2008. Sosiolinguistik II Sosiologi Pendidikan:. Jakarta : Rineka Cipte.
Ballachey, C. K. (1963). Individual in Society. California: Me. Graw-Hill.
Banks, J.A. (1985).Teaching Strategies for the Social Studies. New York : Longman.
Bertens, K. (1999). Etika. Jakarta: Gramedia.
Bogdan, C. (1982). Qualitative Research for Education An Introduction to Theory and Method. Boston: Alliyu and Bacon Inc.
Bogdan, C. (1986). Theories of Social Change. New York: Polity Press.
Buchori, (2000). Menggagas Paradigma Baru Pendidikan. Yogyakarta : Kanisius.
Capra, F. (2000). Titik Balik Peradaban, Sains, Masyarakat,dan Kebangkitan Kebudayaan. Yogyakarta: Bentang Budaya.
Daradjat, Z. (1971). Membina Nilai-Nilai Moral di Indonesia. Jakarta : Bulan Bintang.
Departemen P & K. (1991). Materi Pokok Pendidikan Pancasila 1-5, Jakarta : Depdikbud.
Departemen P & K. (1991). Materi Pokok Pendidikan Pancasila 6-9, Jakarta: Depdikbud.
Dewantara, K.H. (1977). Pendidikan Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa. Yogyakarta : Taman Siswa.
Djamari. (1999). Pendidikan Moral dan Etika : Harapan dan Kenyataan. Bandung. IKIP Bandung.
Djatnika, R. (1996). Sisfem Ethika Is/ami. Jakarta : Griya Grafis.
Djuariah. (1994). Pembinaan Budaya Dalam Lingkungan Keluarga di Jawa Barat. Jakarta: DepDikBud.
Esten, M. (1993). Arti Tradisi dan Perkembangan Kebudayaan. Padang.
Hafizh, A.N. (2000). Mendidik Anak Bersama Rasulullah. Bandung : AI­Bayan.
Hakimy, I. {1994). Pokok-pokok Pengetahuan A/am Adat Minangkabau. Bandung : Remaja Rosdakarya.
Halim, AN. (2001). Anak Saleh Dambaan Keluarga. Yogyakarta : Mitra Pustaka.
Havighurst, J, R. (1971). Society and Education. Boston : Allyn and Bacon, Inc
Havighurst, J, R.. (1961}. Human Development and Education. New York: Green and Co.
Horton, B.•P. (1993). Sosio/ogi. Jakarta: Ertanggga.
James, S. (1991). Handbook of Research on Socia/ Studies Teaching and
Learning. New York: Macmillan Publishing Company.
Jarolimek, J. (1972). Social Studies in Elementary Education. Australia : Publishing Co. Inc. Macmillan.
Jersild, A (1963). The Psychologi of Adolescence. Australia: The Macmillan Company.
Kadarusmadi, (1996). Upaya Orangtua Menata Situasi Pendidikan Di alam,
Kartono, K. (1995}. P rpnan Keluarga Memandu Anak. Jakarta : Rajawali.
Kurtines, M.W. (1987). Moral Development Through Social Interaction. Amerika : United Stated of America.
Kurtines, M.W. (1984). Morality, Moral Behavior, and Moral Development. A Wiley-lnterscience Publication.
Laver, R.H. (1993). Perspektif tentang Perubahan Sosial. Jakarta : PT Rineka Cipta.
Manan, I. (1989). Sekolah Sebagai Pusat Kebudayaan. Jakarta : PPLPTK.
Melalatua, M. (1995). Ensiklopedi Indonesia. Jakarta : Eka Putra.
Mintosih, S.R. (1995). Nilai-nilai Budaya dalam Naskah Kaba Anggun Nan Tongga Si Magek Jabang. Jakarta : Depdikbud.
Moran, R.. R. (2000). Manusia dan Kebudayaan. Jakarta: Rineka Cipta.
Muhaimin. (1993). Pemikiran Pendidikan Islam, Kajian Filosofis dan Kerangka Filosofis dan Kerangka Dasar Operasionalisasinya. Bandung : Tri Genta Karya. Suku Bangsa Minangkabau. Jakarta : Depdikbud.
Nasution, S. (1989). Moral Education Theory and Practice. Bandung FPS. IKIP.
Nata, A (2000). • Mengatasi Krisis Akhlak". Republika ( 25 April 2000).
Penghulu. (1996). Pepatah-Petitih, Mamang-Bidal, Pantun-Gurindam, Bandung : Rosdakarya.
Rais, K. (1999}. Adat dalam Transformasi Kebudayaan. Padang: LKAAM.
Said, M. (1976). Etik Masyarakat Indonesia. Jakarta : Pradnya Paramita.
Salam. (2000). Etika Individual, Pola Dasar Filsafat Moral. Jakarta Rineka Cipta.
Sanusi, A. (1998). Pendidikan Altematif. Bandung : Grafindo Media Pratama.
Shochib. (1998). Pola Asuh Orang Tua. Jakarta: Rineka Cipta.
Simandjuntak. (1983). Latar Belakang Kenakalan Remaja. Bandung : Alumni.
Soelaiman. (1994). Pendidikan dalam Keluarga. Bandung : AIFabeta. Somantri. (2001). Menggagas Pembaharuan Pendidikan IPS. Bandung : Remaja Rosdakarya.
Moehadjir. (1985). Strategi Belajar Mengajar Pendidikan Moral Pancasila. Jakarta. Depdikbud.
Sudjana. (1989}. Penelitian dan Penilaian Pendidikan. Bandung : Sinar Baru Offset.
Nasution. (1992}. Metode Penelitian Naturalisasi Kualtatif. Bandung: Tarsito.
Menyiapkan Manusia Indonesia Memasuki Abad ke-21. Jakarta :ISPI
Soekanto. (2000). Sosiologi : Suatu Pengantar. Jakarta Grafindo Persada.
Sulaeman. (1982). Psikologi Remaja, Dimensi-Dimensi Perkembangan.
Jakarta : Pustaka Martiana.
Tafsir. (1996). Pendidikan Agama dan Keluarga. Bandung: Rosdakarya. Tatapangarsa. (1980). Akhfaq yang MuHa. Surabaya: Bina llmu.
Taylor. (1929). Primitive Culture. London : J. Murray.
Tilaar. (1998). Beberapa Agenda Reformasi Pendidikan Nasional. Indonesia : Tera.
Wahab, A. (1996). Dasar Dan Konsep Pendidikan Moral. Jakarta :DepDikBud Dikti.
Widowati. (1993). Fungsi Pendidikan Keluarga Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan". I(2). 8-9.
Woolever, R (1988). Active Learning in Social Studies. Foresman and Company.
Wuradji. (1988). Sosiologi . Pendidikan, Sebuah Pendekatan Sosio - Antropologi. Jakarta: PPLPTK
Yusuf. (2000). Psiko/ogi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung : Rosda Karya.
Published
2021-01-21
How to Cite
Purwo. (2021). GREBEG SURO SEBAGAI AKTUALISASI DIRI MASYARAKAT PONOROGO (SEBUAH KAJIAN ETNOGRAFI DI PONOROGO). Eduscotech, 2(1), 24-42. Retrieved from https://journal.udn.ac.id/index.php/eduscotech/article/view/48